Renungan Siang Bolong

6

Biasanya kalo memasuki pergantian tahun seperti kemaren, ada banyak harapan dan cita cita yang di dengungkan oleh kita semua. Apa resolusi kalian di tahun 2018, apa target yang ingin dicapai tahun depan, pingin ini itu, dan seterusnya. Tentunya hal ini sah saja, dan justru menjadi semacam motivasi untuk menjadi yang lebih baik. Disini saya ingin juga share motivasi ala anak muda dengan segudang keinginan dan cita cita, meskipun ga tau, kira kira bakalan dijalanin atau tidak. Motivasi ini saya dapatkan di beberapa forum dan juga ngedengerin para motivator beberapa waktu lalu.

Berani bercita cita
Mungkin bagi sebagian orang, salah satu dorongan untuk melakukan sesuatu adalah karena adanya cita cita yang diinginkan. Terkadang cita cita tersebut menurut sebagian orang tidak masuk akal, impossible, halu, dan sebagainya. Tapi ya itulah. Bila pingin meraih sesuatu, kita mesti tau dulu, apa cita cita kita. Masih inget kan jaman dulu, gimana seorang Thomas Alfa Edison menciptakan bola lampu, sampai ratusan kali melakukan percobaan. Dan untuk pertama kalinya ketika dia mengutarakan keinginannya tersebut, banyak orang yang mencibir, bijimane mungkin seutas kawat bisa mengeluarkan cahaya.

Terkadang sebuah cita cita akan dianggap sesuatu yang tidak masuk akal bagi sebagian orang, namun dianggap sebuah tantangan bagi sebagian yang lainnya. Astronot demikian juga, banyak orang menilai, untuk pergi ke bulan adalah sesuatu yang mustahil. Intinya, sebelum melangkah untuk mengerjakan sesuatu, tentukan dulu cita cita kita, apakah kita berani bercita cita dengan segala resiko dan konsekuensinya?

Berani berusaha
Terkadang kita sering salah kaprah. Langkah pertama (bercita cita) sudah kita miliki. Namun seringkali kita tidak mau melakukan hal untuk menuju cita cita tersebut. Pingin jadi dokter, tapi malas belajar. Pingin berbisnis online, tapi ga mau belajar. Dan sebagainya. Berusahalah untuk mencapai dan meraih apa yang dicita citakan. Ingat, untuk mencapai sebuah cita cita, ada sebuah resiko yang mesti dihadapi, sukses atau gagal. That’s it.

Berani gagal
Dalam berusaha untuk meraih sebuah cita cita, hanya ada dua kemungkinan yang harus siap kita hadapi, kalo tidak berhasil, ya gagal. Keberhasilan, memang itulah yang kita inginkan. Bagaimana jika kita mengalami kegagalan? Kita mesti belajar dari kegagalan tersebut. Apa yang kurang, kita perbaiki. Apa yang salah, kita benahi, dan kemudian berusaha kembali, terus terus dan terus hingga berhasil. Only that’s, no more.

Berani dan siap sukses
Siapa sih yang tidak ingin cita citanya tercapai. Setelah melakukan beberapa tahapan diatas, keberhasilan meraih sesuatu adalah tahap akhir dari perjalanan tersebut. Namun tahap akhir ini harus dipertahankan agar cita cita yang telah diraih tidak hilang begitu saja. Kita mesti meningkatkan terus apa yang telah kita raih. Berpuas diri haruslah dihindari, karena pada dasarnya ini adalah permulaan untuk menjadi yang lebih baik.